Pentingnya Komunikasi di Era Milenial
Berbicara terkait komunikasi era milenial yang sedang tenar pada saat ini. Saya mengamati ada bentuk-bentuk komunikasi interpersonal yang sudah berubah arah pada pemahaman makna, emosional, perilaku, etika dan cara penyampaian pesan yang tidak biasa dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini.
Pada hari Selasa tanggal 23 April 2019 kelompok kami mengadakan seminar tentang 'Pentingnya Komunikasi di Era Milenial' yang berlokasi di Edotel SMK N 6 PALEMBANG. Yang di mana peserta seminar nya adalah siswa/siswi dan ada dari universitas umum di kota Palembang.
Dalam acara seminar tersebut turut mengundang beberapa narasumber untuk menyampaikan apa itu 'Pentingnya Komunikasi di Era Milenial'. Yaitu ada Nur Harisyah (Puteri Indonesi Sumsel 2017/TOP 10 Puteri Indonesia 2017), M Novriadi ( Bujang STISIPOL CANDRADIMUKA 2018), dan special guest Ibu Sumarni Bayu Anita S.Sos .MA ( Kajur Ilmu Komunikasi ). Dalam acara tersebut saya dan riska menjadi pembawa acara (MC) seminar tersebut.
Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang di berikan narasumber kepada peserta seminar. Semua peserta sangat senang dan menyimak apa yang di sampaikan oleh para narasumber
Para pesrta seminar juga di berikan kesempatan untuk bertanya kepada narasumber bagaimana cara menyikapi komunikasi di era milenial ini. Mungkin bisa dari menyikapi penggunaan media sosial,kehidupan sehari-hari.
Peserta seminar juga mendapatkan setifikat dari seminar yang kita adakan dan ada beberapa gift yang bisa di bawa pulang.
Sementara ini, saya sebagai mahasiswa ilmu komunikasi yang tertarik pada kajian-kajian komunikasi memiliki beberapa penganggulangan dalam berkomunikasi secara langsung. Pertama, perhatikan secara emosional lawan bicara yang sedang anda ajak berinteraksi dalam keadaan positif, netral atau malah negatif. Kedua, dengarkan lawan bicara sampai selesai berbicara baru merespon (atau anda bisa menganggukkan kepala jika setuju dengan apa yang mereka katakana). Ketiga berikan kehangatan komunikasi, tatap mereka yang menandakan anda benar simpati dengan ceritanya. Keempat sebut nama lawan bicara karena dengan demikian mereka merasa penting bagi anda. Kelima, dalam arus pembicaraan yang sensitif, di mana anda sebenarnya tidak setuju coba untuk netralkan ego untuk tidak melawan, selalu tunjukkan simpati. Jika mau mengungkapkan pendapat yang berbeda, boleh saja dengan cara yang lembut dan perhatikan kalimat-kalimat yang digunakan. Keenam, temukan satu ilmu dalam komunikasi interpersonal yang pernah anda bangun dengan setiap orang.
Terima Kasih semoga bisa bertemu di seminar selanjutnya yaaa...
Wassalam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar